BIOS Phoenix

PHOENIX BIOS Setup Utility

Dalam BIOS ini terdapat beberapa menu utama yang digunakan yaitu:

  1. Main Menu
  2. Advanced Menu
  3. Security Menu
  4. Power Menu
  5. Boot Menu
  6. Exit Menu

 Image

Dimana masing-masing menu tersebut mempunyai fungsi tertentu dan akan dijabarkan kemudian. Dalam BIOS kita tidak dapat menggunakan mouse controller dalam BIOS sehingga apabila kita ingin mengubah setting dari BIOS dapat kita lakukan dengan keyboard. Adapun fungsi dari papan tombol yang diguankan dalam BIOS antara lain:

F1 : help

ESC : exit

Tanda panah atas-bawah : select item

Tanda panah kiri-kanan : select menu

Tanda -/+ : change values

Enter : select sub menu

F9 : setup defaults

F10 : save and exit

Namun, Kali ini saya Cuma memaparkan bagian 1, 2, dan 3. Dikarenakan perintah dari dosen begitu. 😀

 

MAIN MENU

  • Language

Diguanakan untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS

  • System Time [XX : XX : XX]

Pada menu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock. Apabila kita salah mensetting real time clock hal ini dapat pula menimbulkan masalah pada program komputer kita. Bila kita sudah mensetting real time tersebut kita dapat men-save atau menyimpan hasil setting tersebut, untuk selanjutnya kita matikan komputer kita.lima menit kemudian,komputer dapat kita start-up lagi,kita periksa tanggal yang ada dengan bantuan perintah date dalam DOS-mode.

  • System Date [XX / XX /XXXX]

Pada menu ini untuk membuat setting tanggal yang sesuai dengan real time clock.

  • Diskette A [1,44/1,25 MB 3,5’’]

Diskette B [disabled]

Pada bagian ini diguanakan untuk mengkonfiguraskan floppy disk yang akan digunakan.Pilihan yang ada akan menentukan ukura disk dan juga kapasitasnya.Biasanya ukuran floppy disk adalah 3,5’’ dan 5,25’’ sedangakan kapasitasnya bermacam-macam.Pada komputer ini menggunakan floppy drive A dengan ukuran 3,5’’ dengan kapasiatasnya 1,44’’ MB. Bila kita tidak memasang dsisk drive pada komputer kita maka kita pilih none.

  • Primary Master [4295 MB]

Pada sub menu ini terdapat beberapa pengaturanyang lainya,yaitu:

  1. Type [auto]

User : Hardisk driver diatur pada menu ini

Auto : Pada menu ini terdapat pengaturan untuk auto type hardisk drive

CD/DVD-ROM : Pada menu ini terdapat pengaturan CD-ROM

ATAPI Removable : Disk drivedapat dipindahkan pada menu ini

IDE Removable : Pengaturan IDE terdapat pada ini

  1. Max capacity [4295]
  2. Multisector Transfers [16 sectors]
  3. LBA Mode Control [enabled]
  4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.

  1. Transfer mode [FPI0 4/ DMA 2]
  2. Ultra DMA Mode [Mode 2]
  3. SMART Monitoring [enabled]
  • Primary Slave [none]

1. Type [auto]

2. Multisector Transfers [disabled]

3. LBA Mode Control [disabled]

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data

5. transfer Mode [standart]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

  • Secondary Master [CD/DVD-ROM]

1. Type [auto]

2. Multisector Transfer [8 sectors]

3. LBA Mode Control [enabled]

 

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.

5. Transfer mode [FPI0 4/DMA 2]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

  • Secondary slave

1. Type [auto]

2. Multisector Transfers [disabled]

3. LBA Mode Control [disabled]

4. 32 bit I/O [enabled]

Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data

5. transfer Mode [standart]

6. Ultra DMA Mode [disabled]

7. SMART Monitoring [disabled]

  • CPU Type Intel Core i3 Processor
  • CPU Speed 2.2 GHz
  • Cache RAM 4 GB
  • System Memory 512 MB
  • Extended Memory 63 MB

 

ADVANCED MENU

Setup warning

Pengaturan item pada menu ini jika terjadi kesalahan akan menyebabkan sistem akan gagal dalam proses pemakaian.

  • Installed OS [win 7 Ultimate]

Kita dapat memilih sistem operasi yang kita perlukan,dilihat dari sistem kita dimana kita lebih banyak menggunakan sistem tersebut. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sutu pengaturan salah satu dapat menyebabkan beberapa sistem operasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

  • Reset Configuration Data [no]

Pnp yang tersimpan pada blok ESCD (extended system configuration data).Pilihlah salah satu pernyataan ‘YES’ jika ingin menghapus sistem configurasi data yang ada. Atau pada sistem BIOS yang lain digunakan enabled maka BIOS akan menghapus data ESCD, tapi hanya sekali saja. Setelah pilihan ini akan berubah menjadi disabled secara otomatis.

  • Large Disk Acces Mode [DOS]

Dalam item ini terdapat beberapa pilihan seperti UNIX, Novell Netware atau sistem operasi yang lain,kita dapat memilih salah satu.

  • Keyboard featurer
  1. Numlock [auto]

Menu ini akan menentukan kedudukan atau status dari keyboard (numlock).apabila pada posisi enabled, maka BIOS akan mengaktifkan fungsi numlock pada saat booting.

  1. Keyclik [disabled]

Enabled keyclik

  1. Keyboard auto repeat rate [30/sec]

Select key repeat rate

  1. Keyboard auto repeat delay [1/2sec]

Select delay before key repea.

  • PCI Configuration

Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.

  • PCI device, slot # 1
  • PCI device, slot # 2
  • PCI device, slot # 3
  • PCI device, slot # 4
  • PCI device, slot # 5

 

Masing-masing susunan konfigurasi tersebut mempunyai bagian :

  • Option ROM icon [enabled]

Initialize device expansion ROM

  • Enable master [enabled]

Enable selected device as a PCI bus master.

  • Latency Timer [0040h]

Minimum guaranteed time slice alloted for bus master in units of pcu bus clock

  • PCI/PnP ISA UMB region exclusion

Merupakan pemesanan memori spesifik bagian atas yang akan digunakan oleh ISA

C800-CBFF [available]

CC00-CFFF [available]

D000-D3FF [available]

D400-D7FF [available]

D800-DBFF [available]

DC00-DFFF [available]

Merupakan cadangan untuk untuk memori bagian atas yang akan digunakan oleh ISA.

    1. PCI/PNP IRQ Resource Exclusion

Reserve specified IRQ for by legacy ISA devices.

    1. Default Primary Video Adapter

Item ini berhubungan dengan PCI/VGA. Ketika menginstal AGP dan VGA pada waktu yang sama maka pilihlah default primary video adapter.

  • Cache Memory

Menentukan bagaimana mengkonfigurasikan spesifikasi block memory.

Memory cache = sets the state of the memory cache

  • Peripheral configuration
      1. Secured setup configurasi [no]

Memilh ‘YES’ jika ingin sistem setting posisinya aman dari perubahan yang dilakukan oleh sistem operasi.

 

      1. Local Bus IDE Adapter [enabled]

Enable the integrated localbus IDE adaptor.

      1. PS/2 Mouse [enabled]

Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 mouse. Apabila PS/2 mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan.dengan disabled maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.

      1. Serial Port A [enabled]

Untuk mengkonfigurasikanserial port A dapat menggunakan pilihan :

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

* Base I/O Address [3F8]

Set the base I/O address for serial port A

* Interrupt [IRQ 4]

Set the interrupt for serial port A

      1. Serial port B [enabled]

Untuk mengkonfigurasikan serial port B dapat menggunakan pilihan :

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

* Base I/O Address [2F8]

Set the base I/O address for serial port B

* Interrupt [IRQ 3]

Set the interrupt for serial port B

      1. Parallel port [enabled]

Digunakan untuk konfigurasi parallel port. Biasnya hanya ada satu channel parallel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan ‘disabled’ akan menyebabkan parallel port kita tidak aktif sedangkan pilihan lainya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan.

 

  • Mode [ECP]

Kita dapat men-set mode untuk port parallel dengan pilihan :

  • Output only
  • Bi-directional
  • EPP
  • ECP
  • Base I/O Address [378]

Set the base I/O address for the parallel port.

  • Interrupt

Set the interrupt for the parallel port.

  • DMA Channel [DMA 3]

Set the DMA channel for the parallel port.

  1. Floppy disk controller [enabled]

Untuk mengkonfigurasikan the floppy disk controller dapat menggunakan pilihan:

Disabled untuk no configuration

Enabled untuk user confoguration

 

  • Advanced Chipset control
  • Enabled Memory Gap [disabled]

If enable,turn system RAM off to free address space for use with an option card. Either a 128 KB conventional memory gap,starting at 512 KB or a 1 MB extended memory gap,starting at 15 MB will be created in system RAM.

  • Graphics Aperture [64 MB]

Select the size of the graphics aperture for the AGP video device.

  • Memory Bank 0 [32 MB]
  • Memory Bank 1 [32 MB]
  • Memory Bank 2 [not installed]
  • DMI Event logging

Digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi DMI event log.

  1. Event Log validity [valid]
  2. Evnt Log Capacity [space available]
  1. View DMI Evrnt Log [enter]

Untuk menampilkan isi dari Dmi event log.

  1. Clear All DMI Event Log [no]

Aturlah pada posisi ‘yes’ untuk menghapus DMI event log setelah rebooting.

  1. Event Logging [disabled]

Pilihlah enabled untuk mendapatkan logging of DMI event.

  1. Mark DMI Event As Read [enter]

 

SECURITY MENU

Digunakan untuk menentukan kapan password akan ditanyaka.pilihan “setup” akan menyebabkan akan nditanyakan ketika BIOS setup dijalankan sedangkan pilihan “system” akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan Booting.

  • User Password [disabled]
  • Supervisor Password Is [disabled]
  • Set User Password [enter]
  • Set Supervisor Password [enter]

Supervisor Password controls access to the setup utility.

  • Password on boot [enabled]

Enabled pasword entry on boot.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s